Berdasarkan pantauan dan informasi terbaru yang dihimpun, mesin-mesin yang sempat "menghilang" di siang bolong saat kepolisian melakukan pengecekan beberapa waktu lalu, nyatanya tidak benar-benar ditarik permanen. Para pengelola disinyalir hanya melakukan taktik sembunyi sementara guna meredakan atensi publik dan media.
Bahkan, penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa peredaran mesin ketangkasan berbau judi ini diduga kuat tidak hanya berada di satu tempat, melainkan menyebar di beberapa titik strategis di wilayah hukum Polsek Medan Tuntungan. Adapun titik-titik lokasi operasional tersebut antara lain:
Warung milik 'Yu alias Suf' yang berada di Jl. Bunga Mayang 1, Kelurahan Laucih, Kecamatan Medan Tuntungan.
Warung Kopi Pulungan di kawasan Perumnas Simalingkar, Tuntungan.
Warung Kopi di kawasan Simpang Selayang, tepatnya di depan area SPBU Kecamatan Medan Tuntungan.
Warung Kopi yang berlokasi tepat di sebelah loket bus BTN.
Siasat Baru: Operasi Malam Hingga Pagi Guna menghindari pantauan dan menekan risiko kembali viral, pihak pengelola diduga kuat mengubah pola jam operasional secara signifikan. Aktivitas di lokasi-lokasi tersebut kini terpantau mulai menggeliat pada pukul 19.00 WIB. Setelah hari gelap, mesin judi tembak ikan diduga kembali dihidupkan dan bebas melayani para pemain sepanjang malam hingga pagi hari. Pergeseran jam tayang ini dinilai sebagai langkah strategis pengelola yang mengasumsikan bahwa patroli atau pengawasan aparat tingkat Polsek lebih longgar pada malam hari.
Nyali Polsek Dipertanyakan, Harapan Beralih ke Kapolrestabes Medan Kembalinya aktivitas ini di titik-titik yang sama seolah menjadi tantangan terbuka bagi wibawa penegakan hukum. Masyarakat mulai menduga kuat bahwa pihak Polsek tidak berani mengambil tindakan tegas. Di kalangan warga, santer beredar informasi bahwa lapak judi tembak ikan tersebut dikelola oleh jaringan yang disebut-sebut bernama 'Gondrong/PGM' dan disinyalir mendapat perlindungan atau 'back-up' dari oknum aparat berinisial 'JO alias KO'.
Lebih jauh, mencuat pula informasi yang tak kalah mengejutkan terkait dugaan keterlibatan oknum aparat setempat berinisial 'ARI alias TONANG'. Oknum ini diduga kuat berperan sentral sebagai pihak yang menghandel dan mengoordinasikan seluruh operasional mesin judi tembak ikan di wilayah Medan Tuntungan.
Di tengah apatisme terhadap kinerja Polsek setempat, tumpuan dan harapan besar masyarakat kini beralih sepenuhnya kepada pucuk pimpinan Polrestabes Medan. Warga menaruh kepercayaan penuh kepada Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., yang dikenal memiliki rekam jejak tegas, untuk segera turun tangan menggerebek lokasi tersebut tanpa pandang bulu.
Bungkam Berjamaah dan Insiden Blokir Kontak Redaksi Sebagai wujud kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik guna menyajikan berita yang berimbang (cover both sides), tim redaksi Liputan16.com telah mengirimkan pesan konfirmasi resmi beserta share lokasi (titik koordinat) operasional judi tersebut kepada sejumlah petinggi kepolisian.
Namun sangat disayangkan, hingga berita ini diturunkan, jajaran pejabat utama tersebut kompak bungkam dan belum bersedia membalas konfirmasi redaksi. Para pejabat yang dihubungi antara lain:
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H.
Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudy Silaen, S.H., S.I.K., M.I.Kom.
Kasat Intelkam Polrestabes Medan, Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H.
Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu M Hafizullah
Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu Adil Ginting, S.H., M.H.
Sikap pasif dari para pimpinan ini semakin menambah tanda tanya publik. Namun, preseden yang lebih buruk bagi keterbukaan informasi justru ditunjukkan oleh Kanit Reskrim Polsek Medan Tuntungan, Ipda Ropii, S.H., M.H.
Berbeda dengan atasannya yang sekadar diam, Ipda Ropii diduga kuat merasa resah dikonfirmasi secara terus-menerus terkait bebas beroperasinya mesin judi tersebut. Alih-alih memberikan klarifikasi atau meluncur ke titik lokasi yang telah dikirimkan, Ipda Ropii justru mengambil jalan pintas dengan memblokir nomor kontak resmi redaksi.
Sikap antikritik dan penutupan jalur komunikasi oleh seorang perwira reserse ini tentu mempertebal kecurigaan di tengah masyarakat. Meski demikian, di tengah kebungkaman para petinggi Polrestabes Medan saat dikonfirmasi, warga masih menaruh secercah harapan positif. Masyarakat berharap besar bahwa sikap belum menjawabnya kepolisian saat ini merupakan bagian dari taktik senyap atau strategi intelijen untuk segera menindak dan menggerebek lokasi mesin judi tembak ikan tersebut secara mendadak.
Publik kini sungguh-sungguh menunggu langkah nyata pembuktian bahwa negara, dan institusi kepolisian, tidak akan pernah kalah oleh sindikat perjudian maupun oknum-oknum yang diduga melindunginya. (Tim)
